Kegiatan Outbound Siswa di Yonif 408 Sragen
Melatih kemandirian anak dengan outbound mampu menstimulasi anak menjadi generasi yang mandiri, tangguh, pemberani, dan kreatif.
Cie ... Cie, dibaca, pingin makai ya ... ???
Salah satu bentuk kegiatan siswa dalam rangka untuk menumbuhkembangkan kreatifitas dan menanamkan karakter cinta lingkungan sejak dini.
Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah
KKGMI berorientasi kepada peningkatan kualitas pengetahuan, penguasaan materi, teknik mengajar, interaksi guru dan murid, metode mengajar, dan lain-lain
Kegiatan Menumbuhkan Nilai-nilai Karakter Bangsa
Upacara bendera setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah. Kewajiban ini berdasarkan Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).
Peringatan Hari Kartini
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Selasa, 31 Desember 2019
Ideal System of Living for All Mankind
Senin, 30 Desember 2019
Kemenag Akan Jalankan Proyek Realizing Education's Promise
Proyek ini dilaksanakan dalam waktu lima tahun, dimulai dengan pelaksanaan proyek pada awal tahun 2020 dan berakhir pada tahun 2024. Pelaksanaan proyek didanai oleh Bank Dunia sebesar Rp3,75 Triliun (USD 250 juta).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan dengan dana yang sangat besar, dan mencakup seluruh madrasah di Indonesia, projek ini harus mampu meningkatkan kualitas madrasah.
“Project ini diharapkan bisa betul-betul berfungsi instrumental dalam meningkatkan kualitas mutu madrasah,” ujar Kamaruddin saat memberikan arahan dalam rapat Implementasi program Realizing Education's Promise, Madrasah Education Quality Reform di Jakarta, Selasa (13/8).
Dikatakan Kamaruddin, dengan dana yang besar, tentunya ada harapan besar yang tertumpu terhadap proyek MEQR. “Ekspektasi kita terhadap proyek ini sangat besar, sehingga kualitasnya harus dipastikan dan dikontrol bersama. Selain itu, pelaksanaannya juga harus berjalan sukses,” ujar Guru Besar UIN Alauddin Makasar.
“Jika proyek ini gagal dan tidak sukses, maka ini tidak hanya kerugian bagi Kemenag, tapi juga bagi Negara. Karena proyek ini dengan anggaran sangat besar,” tegasnya.
Dengan anggaran besar, lanjut Kamaruddin, Ditjen Pendis berkomitmen secara maksimal untuk memastikan bahwa proyek yang akan dijalankan, berjalan sesuai dengan aturan, baik dari sisi kontennya, kualitas belanjanya, sampai pada tatakelolanya dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Berharap kepada World Bank agar bisa mensuport proyek ini secara maksimal. Tidak hanya pendanaannya saja, tetapi juga dari segi pendampingan ahli, agar bisa berjalan maksimal. Dan yang paling penting, semoga proyek ini bisa menjadi proyek yang sustainable,” imbuhnya.
Lead Education Specialist in the World Bank, Tobias Linden, mengatakan bahwa terkait dengan keberlanjutan program, World Bank akan membantu dan mendampingi sertra memastikan bahwa semua system yang dipakai dalam proyek ini dapat berjalan baik dan berkelanjutan.
Menurut Tonias, transformasi pendidikan akan membawa transformasi kepada lembaga dan akhirnya menjadi inisiasi transformasi Negara. “Kita butuh kemampuan numerasi, literasi, dan sains untuk menyongsong masa depan. Apa yang dilaksanakan dalam proyek ini sesungguhnya adalah bagaimana menyiapkan generasi yang siap dengan tantangan abad 21 dan revolusi industry 4.0,” ujarnya.
Program Leader for Human Development World Bank Indonesia, Camilla Holmemo, mengatakan, bahwa proyek ini sangat penting untuk pembangunan sumberdaya manusia (SDM). “Saat ini Indonesia telah banyak mencapai kemajuan diantaranya adalah menurunnya angka stunting, selain itu naiknya layanan akses pendidikan untuk masyarakat,” ujarnya.
Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat KSKK Madrasah, sekaligus ketua pelaksana proyek, Abdullah Faqih, mengatakan bahwa proyek yang akan dijalankan terdiri atas empat komponen proyek yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan sistem pengelolaan pendidikan madrasah.
“Pertama, Pelaksanaan sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis elektronik) secara nasional dan pemberian dana bantuan ke madrasah. Kedua, Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) untuk siswa kelas 4 MI secara sensus nasional,” terang Faqih.
Ketika, lanjut Faqih, Kebijakan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah. Dan yang terakhir adalah penguatan sistem untuk mendukung pengembangan kualitas.
Memahami Jumlah Ayat Alquran
- Al-Madani Al-Awwal. Ayat Alquran berjumlah 6.217 atau 6.214. Dalam beberapa versi cetak, jumlah yang banyak diikuti adalah 6.214 ayat.
- Al-Madani al-Akhir. Ayat Alquran berjumlah 6.214. Meski terdapat kesamaan hitungan jumlah ayat Alquran dengan pendapat kedua Al-Madani al-Awwal, namun tetap terdapat perbedaan antara keduanya dalam perincian penentuan ayat.
- Al-Makki. Ayat Alquran berjumlah 6.220.
- Asy-Syami. Ayat Alquran berjumlah 6.226.
- Al-Kufi. Ayat Alquran berjumlah 6.236. Hitungan Al-Kufi inilah yang diikuti oleh cetakan Alquran di Indonesia, dan seluruh cetakan Alquran di dunia yang menggunakan riwayat Hafs dari Imam ‘Asim.
- Al-Basri. Ayat Alquran berjumlah 6.205.
- Al-Himsi. Ayat Alquran berjumlah 6.232.
Beda Hitungan Ayat
Referensi Hitungan Ayat
6.666 Ayat
Aku Bangga Belajar di Madrasah
Menjadi Guru di era Gawai
Keragaman Bahasa Daerah di Indonesia
- Bangga dengan keunikan bahasa daerah di Indonesia;
- Mengetahui keragaman bahasa daerah di Indonesia;
- Menghargai orang yang menggunakan bahasa daerah;
- Mendukung pertunjukan seni dengan bahasa daerah;
- Melestarikan keberadaan bahasa daerah di Indonesi.
NO
|
PROVINSI
|
BAHASA DAERAH
|
|---|---|---|
1
|
Aceh
|
Aceh, Tamiang, Gayo
|
2
|
Sumatera Utara
|
Batak, Nias, Melayu
|
3
|
Sumatera Barat
|
Melayu, Minang
|
4
|
Riau
|
Melayu
|
5
|
Kepulauan Riau
|
Melayu
|
6
|
Kepulauan Bangka Belitung
|
Melayu Bangka
|
7
|
Jambi
|
Kerinci, Kubu, Bajau
|
8
|
Sumatera Selatan
|
Palembang, Penesak, Musi
|
9
|
Bengkulu
|
Serawai, Rejang, Lebak
|
10
|
Lampung
|
Melayu, Lampung
|
11
|
Banten
|
Sunda, Banten, Badui
|
12
|
DKI Jakarta
|
Betawi
|
13
|
Jawa Barat
|
Sunda, Cirebonan
|
14
|
Jawa Tengah
|
Jawa
|
15
|
DI Yogyakarta
|
Jawa
|
16
|
Jawa Timur
|
Jawa, Madura, Osing
|
17
|
Bali
|
Bali
|
18
|
Nusa Tenggara Barat
|
Sasak, Bima, Sumbawa
|
19
|
Nusa Tenggara Timur
|
Alor, Ende, Sumba
|
20
|
Kalimantan Barat
|
Dayak, Melayu
|
21
|
Kalimantan Tengah
|
Dayak, Melayu, Bakumpai
|
22
|
Kalimantan Selatan
|
Banjar, Melayu, Dayak
|
23
|
Kalimantan Utara
|
Tidung, Dayak, Bulungan
|
24
|
Kalimantan Timur
|
Kutai, Dayak, Banjar
|
25
|
Sulawesi Barat
|
Bugis, Mandar, Toraja
|
26
|
Sulawesi Selatan
|
Makassar, Mandar, Toraja
|
27
|
Sulawesi Tenggara
|
Muna-Butung, Bunku-Laki
|
28
|
Sulawesi Tengah
|
Toli-Toli, Balantak, Banggai
|
29
|
Sulawesi Utara
|
Minahasa, Sangir, Talaud
|
30
|
Gorontalo
|
Gorontalo, Atingola, Suwana
|
31
|
Maluku
|
Ambon, Buru, Banda
|
32
|
Maluku Utara
|
Tidore, Ternate, Makian
|
33
|
Papua
|
Asmat, Dani, Biak
|
34
|
Papua Barat
|
Asmat, Dani, Arfak
|
Pandangan Gus Mus Terhadap Konsep Pendidikan Nasional
Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah
Awali Web dengan Basmalah Semoga Berkah



















